Dewan Pimpinan Wilayah Barisan Muda Penegak Amanat Nasional (BM PAN) Lampung menyampaikan keprihatinan mendalam atas insiden penembakan terhadap anggota kepolisian Polda Lampung, Brigadir AS, yang meninggal dunia usai ditembak pelaku begal di kawasan Labuhanratu, Bandarlampung, Sabtu pagi, 9 Mei 2026.
Peristiwa tersebut terjadi saat aparat kepolisian melakukan pengejaran terhadap komplotan pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Ketua DPW BM PAN Lampung, Naufal A. Caya, menilai kejadian itu menjadi peringatan serius terhadap kondisi keamanan di Provinsi Lampung.
Menurut Naufal, tindakan pelaku begal yang berani menggunakan senjata api hingga melukai aparat penegak hukum merupakan bentuk perlawanan terbuka terhadap negara.
“Kami menyampaikan rasa simpati mendalam dan doa terbaik bagi anggota Polri yang menjadi korban penembakan saat menjalankan tugas. BM PAN Lampung berdiri bersama Polda Lampung dalam upaya pemberantasan kejahatan curanmor dan begal yang selama ini menjadi teror masyarakat di Bumi Ruwa Jurai,” ujar Naufal.
Ia menegaskan aksi melukai aparat menunjukkan adanya peningkatan eskalasi kejahatan yang tidak dapat ditoleransi. Karena itu, BM PAN Lampung meminta kepolisian segera menangkap seluruh jaringan pelaku yang terlibat.
“Kami meminta Kapolda Lampung dan jajaran memberikan tindakan tegas terukur kepada komplotan ini hingga ke akar-akarnya,” tegasnya.
Naufal yang juga akademisi Universitas Tulang Bawang menilai kasus tersebut sekaligus mengungkap maraknya peredaran senjata api rakitan atau senpira di kalangan pelaku kriminal di Lampung.
BM PAN Lampung meminta aparat penegak hukum tidak hanya fokus memburu pelaku curanmor, tetapi juga membongkar jaringan produksi dan distribusi senjata api ilegal di wilayah Lampung dan sekitarnya.
Selain itu, BM PAN Lampung mengajak pemerintah daerah dan masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi tindak kriminalitas. Menurutnya, langkah pencegahan perlu diperkuat melalui perbaikan fasilitas keamanan publik.
“Kami mengingatkan pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota agar memperbaiki fasilitas keamanan publik seperti penerangan jalan dan pengadaan CCTV di titik rawan, serta menyelesaikan persoalan sosial-ekonomi yang kerap memicu tingginya angka kriminalitas,” tutupnya.
BM PAN Lampung juga mengimbau masyarakat tetap tenang namun waspada serta aktif memberikan informasi kepada aparat apabila menemukan aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar.












