Perum Bulog Lampung mencatat realisasi penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pasar (SPHP) di Provinsi Lampung hingga awal Februari 2026 mencapai 20.047 ton.
“Untuk penyaluran SPHP ini masih diperpanjang sampai dengan Februari dan melanjutkan target di 2026 yang merupakan perpanjangan dari 2025. Itu masih kami teruskan saluran-salurannya melalui Rumah Pangan Kita, serta kios-kios di pasar,” ujar Pimpinan Wilayah Perum Bulog Kanwil Lampung Rindo Safutra di Bandarlampung, Rabu.
Realisasi 20.047 ton tersebut setara 45,74 persen dari target sampai Januari 2026 sebesar 43.826 ton. Rinciannya, penyaluran sepanjang 2025 mencapai 18.139 ton, realisasi Januari 2026 sebesar 1.908 ton, dan realisasi Februari 2026 sudah 389 ton.
“Saluran SPHP di 2026 ini meliputi Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih dengan kuantum 42,39 ton, instansi Polri dengan kuantum 24 ton, instansi TNI 116,05 ton, BUMN (Badan Usaha Milik Negara) atau BUMD (Badan Usaha Milik Daerah) sebesar 178,86 ton, pemerintah daerah atau untuk Gerakan Pasar Murah 9 ton,” katanya.
Di luar itu, penyaluran melalui pengecer di luar pasar tercatat 1.038 ton, pengecer di pasar 883 ton, dan ritel modern sebesar 5,7 ton.
“Karena Lampung adalah wilayah produsen. Jadi kami sudah upayakan, dan juga sudah kerjasamakan untuk penyalurannya, banyak juga sudah dilakukan penyaluran melalui gerakan pangan murah yang melibatkan pemerintah daerah dan dinas-dinas setempat di seluruh wilayah Provinsi Lampung,” ucap dia.
Rindo menekankan peran SPHP sebagai penyeimbang harga agar stabil di pasaran. “SPHP itu perannya sebagai penyeimbang agar harga dan pasokan di pasaran tetap stabil. Dengan program ini masyarakat mempunyai pilihan akan beras yang memiliki harga terjamin, mutunya bagus untuk menunjang konsumsi,” tambahnya.






