Scrool Untuk Membaca
Kesehatan

Penyebab dan Gejala Terjadinya Muntah

288
×

Penyebab dan Gejala Terjadinya Muntah

Sebarkan artikel ini

gawoh.com – Vomiting atau muntah adalah suatu tindakan refleks dari sistem pencernaan yang dapat membuang isi perut melalui mulut. Tindakan ini biasanya terjadi saat seseorang merasa mual atau tidak nyaman di perut. Muntah adalah suatu mekanisme pertahanan tubuh yang penting untuk mengeluarkan zat-zat berbahaya dari dalam tubuh. Meskipun demikian, muntah dapat menjadi gejala dari berbagai kondisi medis yang serius. Dalam artikel ini, akan dibahas penyebab muntah serta cara pengobatan dan pencegahannya.

Apa itu muntah?

Muntah adalah suatu tindakan refleks di mana isi perut dikeluarkan melalui mulut. Tindakan ini diatur oleh pusat muntah di otak yang dapat diaktifkan oleh berbagai rangsangan, seperti bau, rasa, atau gerakan. Pada saat muntah, otot-otot perut dan kerongkongan berkontraksi untuk membuang isi perut melalui mulut.

Muntah seringkali dianggap sama dengan regurgitasi, yaitu tindakan membuang isi perut melalui mulut tanpa adanya kontraksi otot-otot perut dan kerongkongan. Namun, regurgitasi lebih sering terjadi pada bayi dan anak-anak kecil yang belum sepenuhnya berkembangnya saluran pencernaan mereka.

Penyebab umum muntah

Muntah dapat terjadi akibat berbagai kondisi medis atau nonmedis. Berikut ini adalah beberapa penyebab umum muntah:

1. Infeksi

Infeksi pada saluran pencernaan atau sistem saraf dapat menyebabkan muntah. Beberapa infeksi yang dapat menyebabkan muntah antara lain flu, gastroenteritis, dan meningitis.

2. Motion sickness

Muntah seringkali terjadi pada orang yang merasa mual dan pusing saat berada di kendaraan atau kapal laut. Kondisi ini disebut dengan motion sickness atau mabuk perjalanan.

3. Keracunan makanan

Makanan atau minuman yang terkontaminasi bakteri atau virus dapat menyebabkan keracunan makanan, yang dapat mengakibatkan muntah. Beberapa tanda dan gejala lain dari keracunan makanan antara lain diare, demam, dan kram perut.

4. Efek samping obat

Beberapa obat dapat menyebabkan muntah sebagai efek sampingnya. Obat-obatan seperti antibiotik, obat kemoterapi, dan obat-obat yang digunakan untuk mengobati migrain dapat menyebabkan muntah.

5. Kehamilan

Muntah seringkali terjadi pada wanita selama kehamilan, terutama pada trimester pertama. Kondisi ini disebut dengan morning sickness dan dianggap sebagai reaksi tubuh terhadap perubahan hormon selama kehamilan.

Penyebab kurang umum muntah

Selain penyebab-penyebab di atas, muntah juga dapat menjadi gejala dari kondisi medis yang lebih serius, seperti:

1. Migrain

Muntah seringkali terjadi pada orang yang menderita migrain. Muntah ini biasanya terjadi bersamaan dengan sakit kepala dan sensitivitas terhadap cahaya atau suara.

2. Gangguan pada telinga dalam

Gangguan pada telinga dalam, seperti vertigo, dapat menyebabkan mual dan muntah.

3. Penyakit kantung empedu

Penyakit kantung empedu, seperti batu empedu, dapat menyebabkan muntah akibat peradangan atau obstruksi pada saluran empedu.

4. Kanker

Beberapa jenis kanker, terutama kanker yang terletak di dalam sistem pencernaan, dapat menyebabkan muntah.

5. Gangguan psikologis

Beberapa gangguan psikologis, seperti depresi dan kecemasan, juga dapat menyebabkan muntah.

Pengobatan dan pengelolaan muntah

Pengobatan muntah tergantung pada penyebabnya. Jika muntah disebabkan oleh penyakit atau kondisi medis, maka perlu dilakukan pengobatan untuk mengatasi penyakit atau kondisi tersebut. Namun, jika muntah disebabkan oleh penyebab nonmedis, seperti motion sickness atau keracunan makanan, maka dapat dilakukan beberapa cara di bawah ini untuk mengatasi muntah:

1. Obat-obatan

Beberapa obat-obatan, seperti antiemetik, dapat membantu mengatasi muntah.

2. Perawatan diri

Perawatan diri, seperti menghindari makanan atau minuman yang memicu muntah, dapat membantu mengurangi gejala muntah.

3. Pencegahan muntah

Beberapa cara untuk mencegah muntah, seperti makan makanan yang sehat dan bersih, dapat membantu mengurangi risiko muntah.

Kapan harus mencari perawatan medis

Jika muntah berlangsung lebih dari 24 jam atau disertai dengan tanda-tanda dehidrasi, seperti mulut kering dan sedikit air seni, maka perlu segera mencari perawatan medis Jika muntah disertai dengan tanda-tanda lain seperti pusing, lemah, kesulitan bernapas, nyeri dada, atau muntah darah, segera cari pertolongan medis. Jangan menunda-nunda untuk mencari perawatan medis jika mengalami gejala-gejala tersebut.

Dalam beberapa kasus, muntah dapat menjadi tanda-tanda dari kondisi medis yang serius, seperti keracunan makanan yang parah, appendisitis, atau bahkan serangan jantung. Oleh karena itu, sangat penting untuk segera mencari perawatan medis jika muntah disertai dengan gejala-gejala yang serius.

Beberapa perawatan medis yang dapat dilakukan untuk mengatasi muntah yang disebabkan oleh kondisi medis meliputi pemberian obat-obatan anti-muntah, perawatan intravena untuk mengatasi dehidrasi, atau bahkan operasi jika muntah disebabkan oleh masalah pada saluran pencernaan.

Namun, sebagian besar kasus muntah dapat diatasi dengan perawatan diri dan pengobatan nonmedis. Dalam hal ini, perlu dilakukan pengobatan terhadap penyebab muntah, seperti menghindari makanan atau minuman yang memicu muntah atau mengatasi kondisi medis yang mendasarinya.

Dalam beberapa kasus, pengobatan alternatif seperti akupunktur atau pijat juga dapat membantu mengatasi muntah. Namun, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum mencoba pengobatan alternatif.

Kesimpulan

Muntah dapat disebabkan oleh berbagai hal, mulai dari keracunan makanan hingga kondisi medis yang serius. Penting untuk mengenali penyebab muntah dan mencari perawatan medis jika diperlukan. Namun, sebagian besar kasus muntah dapat diatasi dengan perawatan diri dan pengobatan nonmedis. Selalu jaga kesehatan dan perhatikan gejala-gejala yang timbul pada tubuh kita.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *