Ekonomi

Kenapa B2B Bisnis Harus Paham TOFU, MOFU, BOFU? Ini Kata Krona Digital Marketing Agency

12
×

Kenapa B2B Bisnis Harus Paham TOFU, MOFU, BOFU? Ini Kata Krona Digital Marketing Agency

Sebarkan artikel ini

Dalam dunia B2B marketing, salah satu kesalahan paling umum adalah terlalu cepat ingin menjual. Banyak bisnis langsung menargetkan konversi, proposal, dan closing, padahal calon klien belum siap membeli. Akibatnya, traffic memang ada, iklan jalan, konten diproduksi, tapi lead yang masuk minim dan tidak berkualitas.

Berbeda dengan B2C, proses pembelian B2B cenderung lebih panjang, kompleks, dan melibatkan banyak pengambil keputusan. Karena itu, pendekatan “langsung jual” jarang berhasil. B2B membutuhkan strategi yang mampu mengawal calon buyer dari tahap awal hingga siap mengambil keputusan.

Di sinilah konsep TOFU, MOFU, dan BOFU menjadi fondasi penting dalam strategi digital marketing dan SEO B2B.

Apa Itu TOFU, MOFU, dan BOFU dalam Konteks B2B?

TOFU, MOFU, dan BOFU adalah tahapan dalam marketing funnel yang merepresentasikan perjalanan calon buyer, mulai dari belum sadar masalah hingga siap membeli solusi.

Dalam B2B, funnel ini tidak bisa disamakan dengan B2C. Keputusan jarang impulsif. Buyer perlu waktu untuk riset, diskusi internal, membandingkan vendor, hingga menghitung ROI.

Secara ringkas:

  • TOFU (Top of Funnel) → tahap awareness & edukasi masalah
  • MOFU (Middle of Funnel) → tahap pertimbangan solusi
  • BOFU (Bottom of Funnel) → tahap keputusan & konversi

Kesalahan umum B2B adalah menggunakan satu jenis konten untuk semua tahap, misalnya hanya membuat halaman layanan dan berharap ranking SEO langsung menghasilkan klien.

TOFU: Membangun Awareness Tanpa Terlihat Jualan

TOFU adalah tahap di mana audiens belum mencari vendor, bahkan mungkin belum sepenuhnya sadar mereka punya masalah.

Tujuan TOFU untuk B2B

  • Membangun awareness brand
  • Mengedukasi market
  • Menarik traffic berkualitas dari SEO
  • Menjadi trusted source di industri

Pada tahap ini, konten tidak boleh hard selling. Fokusnya adalah membantu audiens memahami masalah bisnis mereka.

Jenis Konten TOFU yang Efektif

  • Artikel edukasi (how-to, guide, explainer)
  • Insight industri & tren
  • Data, riset, dan opini ahli
  • Konten SEO dengan keyword informasional

Contoh keyword TOFU B2B:

  • “kenapa leads B2B sulit didapat”
  • “cara meningkatkan pipeline sales B2B”
  • “tantangan digital marketing B2B”

Kesalahan paling sering di TOFU adalah terlalu cepat menawarkan jasa, padahal audiens baru ingin belajar.

MOFU: Mengubah Traffic Menjadi Prospek Berkualitas

Jika TOFU menarik perhatian, maka MOFU bertugas membangun pertimbangan. Audiens di tahap ini sudah sadar masalah dan mulai mencari solusi.

Peran MOFU dalam B2B Marketing

  • Menyaring traffic menjadi leads
  • Membangun kredibilitas dan trust
  • Membantu buyer membandingkan opsi

Di MOFU, audiens mulai bertanya:

“Solusi apa yang paling masuk akal untuk bisnis saya?”

Konten MOFU yang Relevan untuk B2B

  • Case study
  • Comparison guide (misalnya: in-house vs agency, tools A vs B)
  • Whitepaper & e-book
  • Webinar & downloadable resources

MOFU sangat penting untuk lead qualification. Tanpa konten MOFU, traffic TOFU sering berhenti sebagai angka, bukan pipeline.

BOFU: Saat Data, Trust, dan ROI Bicara

BOFU adalah tahap paling dekat dengan revenue. Audiens sudah:

  • Paham masalahnya
  • Tahu opsi solusinya
  • Siap memilih vendor

Karakteristik Audiens BOFU

  • Lebih rasional dan berbasis data
  • Sensitif terhadap ROI
  • Ingin bukti, bukan janji

Konten BOFU yang Mendorong Keputusan

  • Case study yang lebih mendalam
  • Halaman service/product yang spesifik
  • Demo, audit, atau konsultasi
  • Proposal & pricing explanation

Konten BOFU yang kuat membantu:

  • Mempercepat closing
  • Menekan cost per lead
  • Meningkatkan kualitas klien

Kenapa TOFU–MOFU–BOFU Sangat Penting untuk SEO B2B?

Masalah utama SEO B2B bukan kurang traffic, tapi traffic tanpa intent. Banyak website ranking, tapi tidak menghasilkan revenue.

SEO yang Sehat Harus Mengikuti Funnel

  • TOFU → keyword informasional
  • MOFU → keyword investigational
  • BOFU → keyword transaksional

Tanpa funnel:

  • SEO hanya jadi traffic lewat
  • Sales mengeluh kualitas lead
  • Marketing dan sales tidak sinkron

Dengan funnel:

  • Traffic lebih relevan dan tertarget
  • Lead lebih siap
  • SEO berkontribusi langsung ke revenue

Perspektif Krona Digital Marketing Agency

Berdasarkan pengalaman menangani klien B2B lebih dari 12 tahun, menurut Dik Dik Fahruddin selaku Chief Digital Marketing Officer & Founder Krona Digital Marketing Agency, kegagalan paling sering bukan karena channel, tapi karena lompat funnel. Banyak bisnis ingin langsung BOFU tanpa membangun TOFU dan MOFU.

Pendekatan yang efektif bukan “bikin konten sebanyak-banyaknya”, tapi:

  • Menyusun konten berdasarkan journey buyer
  • Menyelaraskan SEO, content, dan sales
  • Menjadikan funnel sebagai sistem jangka panjang

Dalam konteks B2B, funnel bukan teori marketing, tapi cara berpikir strategis untuk growth yang berkelanjutan.

Cara Mulai Menerapkan TOFU–MOFU–BOFU di Bisnis B2B

1. Audit Konten yang Sudah Ada

  • Mana yang TOFU, MOFU, BOFU
  • Mana yang belum jelas tujuannya

2. Mapping Keyword Berdasarkan Intent

  • Informasional → TOFU
  • Komparatif → MOFU
  • Komersial → BOFU

3. Susun Content Roadmap Berbasis Funnel

  • Jangan hanya fokus ranking
  • Fokus kontribusi ke pipeline

Funnel Bukan Jargon, Tapi Sistem Growth

TOFU, MOFU, dan BOFU bukan sekadar istilah marketing, tapi strategy lead acquisition untuk B2B. Dengan funnel yang tepat:

  • SEO tidak berhenti di traffic numpang lewat
  • Konten bekerja untuk memperbesar terjadinya conversion/sales
  • Lead yang masuk lebih berkualitas


Oleh karena itu, pemahaman funneling content dapat membantu bisnis B2B menyusun konten, SEO, dan strategi digital secara terstruktur agar setiap interaksi memiliki tujuan yang jelas, mulai dari membangun awareness hingga mendorong keputusan berbasis data dan ROI. 

Dengan pendekatan TOFU–MOFU–BOFU yang tepat, marketing tidak lagi hanya menghasilkan traffic, tetapi benar-benar berkontribusi pada kualitas lead, efisiensi sales, dan growth bagi bisnis untuk jangka panjang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *