Berita

Antisipasi Cuaca Ekstrem hingga Akhir Februari di Lampung

48
×

Antisipasi Cuaca Ekstrem hingga Akhir Februari di Lampung

Sebarkan artikel ini

Bandarlampung—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Lampung mengingatkan masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan masih berlangsung hingga akhir Februari 2026.

Analis Bencana BPBD Provinsi Lampung, Wahyu Hidayat, mengatakan kondisi cuaca saat ini masih berada pada periode hidrometeorologi basah. “Cuaca saat ini masuk masa hidrometeorologi basah yang dimulai sejak dasarian dua tepatnya di 11 Oktober 2025, dan akan terus berlangsung sampai akhir Februari ini,” ujar Analis Bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Lampung Wahyu Hidayat di Bandarlampung, Kamis.

Menurutnya, situasi tersebut membuat masyarakat perlu terus mengantisipasi berbagai kemungkinan dampak cuaca yang dapat berubah cepat. Ia menjelaskan pola cuaca pada fase ini ditandai dengan hujan yang intensitasnya bisa meningkat, sehingga memicu sejumlah ancaman bencana.

“Ini dimulai dengan pola perilaku cuaca yang ditandai dengan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Kemudian diiringi dengan ancaman banjir, tanah longsor, angin kencang dan gelombang tinggi. Yang termasuk cuaca ekstrim ini diantaranya adalah angin kencang, karena cuaca ekstrim ini berubah dari panas tiba-tiba langsung hujan atau gelap seharian,” katanya.

Untuk menghadapi potensi tersebut, BPBD bersama pemerintah daerah disebut telah menyiapkan langkah antisipasi. Wahyu menerangkan, salah satu upaya yang dilakukan ialah penerbitan surat siaga darurat serta pengaktifan posko penanganan bencana.

“Gubernur Lampung sudah menandatangani surat keputusan terkait siaga darurat bencana hidrometeorologi. Jadi siaga darurat itu terbagi dalam tiga tahapan, yang pertama adalah fase siaga darurat, fase tanggap darurat dan fase transisi ke pemulihan,” ucap dia.

Ia melanjutkan, tahapan tanggap darurat diberlakukan ketika bencana sudah terjadi. Sementara fase siaga darurat diterapkan saat potensi ancaman mulai mengganggu karena eskalasi meningkat, sehingga semua pihak perlu bersiap. Adapun fase pemulihan dilakukan setelah bencana terjadi.

BPBD juga memastikan posko siaga untuk bencana hidrometeorologi telah berjalan. “Untuk siaga darurat itu sudah ada Surat Keputusan Gubernur Lampung, dan sudah dibuat khusus posko siaga bencana hidrometeorologi. Ini sebetulnya sudah aktifkan melalui Posko Tim Reaksi Cepat (TRC) dan Posko Pusdalop,” tambahnya.

Menurut Wahyu, pengaktifan posko diprioritaskan di wilayah-wilayah yang cenderung mengalami bencana ekstrem. Sejumlah daerah yang dinilai rawan, terutama yang memiliki potensi longsor, menjadi perhatian dalam kesiapsiagaan ini.

“Daerah yang cukup ekstrem terjadi bencana itu seperti di Kabupaten Lampung Barat, dan Pesisir Barat cenderung rawan terjadi bencana longsor sehingga di posko-posko tersebut sudah disiapkan juga alat berat juga,” ujar dia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *