Dampak Dari Perang Rusia Ukraina Sampai Pemberhentian Penerbangan Negara Tetangga

Ilustrasi Pesawat (Sc:Pixabay)

gawoh.com – Rusia telah mendeklarasikan perang dan memulai serangan militer terhadap Ukraina pada Hari Kamis 24 Februari kemarin. Perang kedua belah negara itu berdampak ke berbagai macam sektor, termasuk juga penerbangan. wilayah udara Ukraina saat ini ditutup Karena invasi militer Rusia tersebut. Maka Dari Itu, maskapai penerbangan dari berbagai macam negara membatalkan penerbangannya ke Ukraina. Bahkan, Otoritas Penerbangan Amerika Serikat (FAA) sedang mempersiapkan perluasan wilayah larang terbang, yakni meliputi seluruh negara Ukraina, Belarus, dan sebagian barat Rusia.

Selaras dengan FAA, Otoritas Penerbangan Sipil Eropa (EASA) memperingatkan risiko tinggi terhadap pesawat yang terbang di dekat perbatasan Ukraina. Pemerintah Inggris juga sudah memperingatkan gangguan terhadap penerbangan Ke Ukraina. Sejumlah maskapai penerbangan pun telah menangguhkan penerbangan ke Ukraina sejak awal pekan ini seperti Air France dan AirBaltic. AirBaltic menangguhkan seluruh penerbangan ke Ukraina hingga 13 Maret 2022. Selain itu, Austrian Airlines menyatakan sudah menangguhkan semua penerbangan ke Ukraina hingga sampai 26 Maret 2022. Maskapai penerbangan itu akan terus memantau situasi dan berkoordinator dengan otoritas penerbangan nasional dan internasional. Dan juga, flydubai pun membatalkan penerbangan rute Dubai – Ukraina hingga paling cepat sampai 8 Maret 2022. Seorang juru bicara dari flydubai mengatakan bahwa maskapai tersebut juga menangguhkan penerbangan ke Rusia dan Belarus. Maskapai Polandia, LOT Polish Airlines, juga membatalkan semua penerbangan ke Ukraina sampai pemberitahuan lebih lanjut.

Nasib penerbangan di negara perbatasan Ukraina Ukraina yaitu negara pecahan dari Uni Soviet yang terletak di Eropa Timur. Negara tersebut berbatasan langsung dengan Belarus, Polandia, Slovakia, Hongaria, Rumania, dan Moldova. Serangan militer di Ukraina turut berdampak terhadap kondisi penerbangan di negara-negara tersebut. Badan Keselamatan Penerbangan Uni Eropa mengatakan bahwa operator penerbangan harus sangat berhati-hati dan menghindari wilayah udara yang terjadi konflik dalam jarak 100 mil laut dari perbatasan Rusia-Ukraina. Moldova juga telah menutup wilayah udaranya, sedangkan Belarus telah melarang penerbangan ke sebagian negara menyusul ketegangan militer tersebut. Namun, pemerintah Inggris maupun Amerika Serikat tidak melarang penduduknya bepergian ke negara-negara perbatasan Ukraina, maupun negara Eropa Timur lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.